Langsung ke konten utama

Merawat Semangat Kemerdekaan dari Madrasah: Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MIS Nurul Falaah

 


Pagi itu halaman Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falaah tampak berbeda.

Bendera merah putih dan umbul-umbul bergantungan di antara bangunan madrasah. Anak-anak datang dengan wajah yang lebih ceria dari biasanya. Ada yang mengenakan pakaian bernuansa merah putih, ada pula yang memakai pakaian adat. Guru-guru ikut larut dalam suasana.

Hari belajar boleh saja berjalan seperti biasa. Tetapi hari itu, sekolah terasa seperti sebuah kampung kecil yang sedang punya hajatan.

MI Nurul Falaah, Yayasan Cahaya Kemenangan, turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai kemerdekaan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pawai: Ketika Anak-anak Membawa Merah Putih ke Jalan

Pawai menjadi salah satu bagian yang paling ramai.

Anak-anak berjalan bersama guru dan pendamping. Bendera-bendera kecil merah putih berada di tangan mereka. Sebagian mengenakan pakaian adat Nusantara, sementara yang lain tampil dengan pakaian bernuansa merah putih.

Di antara rombongan, terbentang spanduk bertuliskan semangat kemerdekaan.

Tidak ada yang terlalu serius.

Ada anak yang berjalan sambil tersenyum. Ada yang sibuk melihat kamera. Ada yang melambaikan tangan. Ada pula yang tampak masih malu-malu berada di tengah keramaian.

Namun justru dari hal-hal kecil seperti itu, perayaan kemerdekaan menjadi terasa dekat.

Bagi anak-anak MI Nurul Falaah, kemerdekaan bukan hanya cerita tentang tanggal 17 Agustus yang dibacakan dalam buku pelajaran. Kemerdekaan adalah pengalaman berjalan bersama teman-teman, mengenakan pakaian yang berbeda, membawa bendera, dan belajar bahwa Indonesia memang terdiri dari banyak warna.

Merah dan putih menjadi titik temu.




Balap Karung: Tawa yang Tidak Pernah Direncanakan

Setelah pawai, suasana semakin ramai ketika perlombaan dimulai.

Salah satunya adalah lomba balap karung.

Karung sederhana menjadi perlengkapan utama. Anak-anak memasukkan kaki mereka ke dalam karung, bersiap di garis awal, lalu melompat sekuat tenaga ketika perlombaan dimulai.

Ada yang berhasil melaju cepat.

Ada yang baru beberapa lompatan sudah kehilangan keseimbangan.

Ada yang jatuh lalu bangkit lagi.

Dan tentu saja, ada yang membuat teman-temannya tertawa karena cara melompatnya justru lebih lucu daripada cepat.

Di sisi lapangan, guru dan teman-teman memberikan semangat.

"Semangat!"

Teriakan-teriakan kecil itu terdengar bersahutan.

Di sinilah perlombaan menjadi lebih dari sekadar mencari siapa yang sampai lebih dulu.

Anak-anak belajar bahwa menang itu menyenangkan, tetapi berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan tetap tertawa setelah jatuh juga merupakan bagian penting dari permainan.



Lomba Menggambar: Kemerdekaan dalam Imajinasi Anak

Jika balap karung penuh suara dan gerakan, lomba menggambar menghadirkan suasana yang berbeda.

Anak-anak duduk di meja. Pensil dan krayon berada di tangan mereka. Kertas terbentang di depan mata.

Tidak ada suara peluit.

Tidak ada aba-aba.

Yang ada hanya konsentrasi.

Seorang anak terlihat serius mewarnai gambar. Tangannya bergerak perlahan mengikuti garis pada kertas. Warna hijau, merah, dan warna-warna lain mulai memenuhi bidang gambar.

Bagi orang dewasa, mungkin itu hanya sebuah gambar sederhana.

Tetapi bagi seorang anak, gambar bisa menjadi cara untuk bercerita.

Tentang sekolah.

Tentang Indonesia.

Tentang apa yang mereka lihat dan bayangkan.

Karena itu, lomba menggambar bukan hanya tentang siapa yang gambarnya paling bagus. Ia juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi, berekspresi, dan menuangkan gagasan dengan cara mereka sendiri.



Guru Tidak Hanya Menonton

Satu hal yang terasa kuat dari kegiatan ini adalah keterlibatan para guru.

Guru tidak hanya berdiri di belakang dan mengawasi.

Mereka ikut tertawa, memberikan semangat, membantu anak-anak, mengambil dokumentasi, bahkan ikut menikmati suasana.

Begitu pula dengan orang tua dan keluarga yang hadir.

Halaman madrasah pada akhirnya menjadi tempat bertemunya banyak orang: guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Sekolah tidak lagi terasa seperti tempat anak datang untuk belajar lalu pulang.

Untuk beberapa jam, madrasah menjadi ruang bersama.

Ruang untuk tertawa.

Ruang untuk bermain.

Ruang untuk mengenal satu sama lain.

Dan ruang untuk mengingat bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas.


Kemerdekaan yang Diajarkan Lewat Pengalaman

Ada banyak cara mengajarkan arti kemerdekaan kepada anak-anak.

Bisa melalui buku sejarah.

Bisa melalui upacara.

Bisa melalui cerita tentang para pahlawan.

Tetapi pengalaman seperti pawai dan perlombaan juga mempunyai tempatnya sendiri.

Anak-anak belajar tentang kebersamaan ketika berjalan bersama.

Belajar tentang keberanian ketika mengikuti perlombaan.

Belajar tentang sportivitas ketika menerima hasil pertandingan.

Belajar tentang kreativitas ketika menggambar.

Dan belajar tentang persaudaraan ketika memberikan semangat kepada teman.

Nilai-nilai itu mungkin tidak selalu tertulis di papan tulis.

Tetapi mereka tumbuh melalui pengalaman.

Inilah salah satu cara pendidikan karakter bekerja: bukan hanya dengan mengatakan kepada anak apa yang baik, tetapi memberi mereka kesempatan untuk mengalami dan mempraktikkannya.


Merawat Semangat Kemerdekaan dari Madrasah

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MI Nurul Falaah menjadi bagian dari tradisi kebersamaan yang terus dirawat di lingkungan Yayasan Cahaya Kemenangan.

Kegiatan seperti pawai, balap karung, lomba menggambar, dan berbagai permainan lainnya mungkin terlihat sederhana.

Namun di balik kesederhanaan itu ada sesuatu yang penting: kenangan masa kecil.

Kelak anak-anak mungkin tidak lagi mengingat siapa yang menjadi juara pertama.

Mungkin mereka juga lupa berapa kali mereka jatuh ketika balap karung.

Tetapi bisa jadi mereka masih mengingat halaman madrasah yang penuh bendera merah putih.

Masih mengingat teman-teman yang tertawa.

Masih mengingat guru yang berteriak memberi semangat.

Dan mungkin, bertahun-tahun kemudian, ketika mendengar lagu-lagu kemerdekaan, mereka akan teringat pada hari ketika mereka berlari, melompat, menggambar, berjalan bersama, dan tertawa di halaman MI Nurul Falaah.

Sebab kemerdekaan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak melalui kegembiraan.

Dari halaman kecil madrasah, semangat itu tumbuh.

Merah putih bukan hanya dikibarkan.

Ia juga dikenalkan melalui kebersamaan, pendidikan, permainan, dan pengalaman.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 

Terus belajar. Terus berkarya. Terus menjaga persatuan.



Dipublikasikan oleh : 

Yayasan Cahaya Kemenangan.

MIS Nurul Falaah.

Tempat anak-anak belajar tentang ilmu, iman, akhlak—dan tentang bagaimana kelak menjadi manusia yang berguna.

📍 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara
🌐 www.yck.or.id


Postingan Populer

Studi Wisata Kelas 3 MI Nurul Falaah ke Atlantis Ancol Jakarta

Pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 2024, Yayasan Cahaya Kemenangan dengan bangga mengumumkan kegiatan studi wisata yang diadakan untuk siswa Kelas 3 MI Nurul Falaah. Acara ini diorganisir sebagai bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam bagi para siswa di luar lingkungan sekolah. Studi wisata ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif bagi siswa. Dengan mengunjungi Atlantis Ancol Jakarta, siswa diharapkan dapat belajar tentang berbagai hal baru yang tidak mereka temui di ruang kelas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua. Kegiatan ini diikuti oleh 37 siswa Kelas 3 MI Nurul Falaah. Mereka didampingi oleh Wali Kelas 3, Ibu Titik Umiati, S.Pd, dan Bapak Ardi Staff TU MI Nurul Falaah, serta Ibu-ibu Wali murid kelas 3. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa serta memperkuat hubungan antara sekolah ...

Alhamdulillah, Pelaksanaan AKMI Kelas 5 MI Nurul Falah Berjalan Lancar

Jakarta, Yayasan Cahaya Kemenangan - MI Nurul Falah menyelenggarakan  AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia). Siswa-siswi Kelas 5 MI Nurul Falah tampak begitu fokus dan bersemangat melaksanakan AKMI menggunakan sarana Laptop yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah pada hari Senin, 19 September 2022 yang dihadiri oleh 9 peserta.   Seperti kita ketahui AKMI adalah asesmen yang dilakukan kepada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter.    Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi ...

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH   sekarang bisa melalui PSB ONLINE :  https://s.id/psb-yck LOKASI PENDAFTARAN  : GEDUNG MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAAH  Jl. Sinar Budi Raya No. 7, Rt/Rw. 008/03 (masuk melalui gg.n) Kel. Pejagalan, Kec. Penjaringan – Jakarta Utara Atau dapat mengikuti petunjuk arah jalan Google Maps pada link berikut : https://s.id/lokasi-yck WAKTU PENDAFTARAN : 08.00 s.d 13.00 (SENIN s.d JUMAT) ** MENERIMA SISWA BARU & PINDAHAN HARAP membawa data PERSYARATAN berikut : - Menyerahkan Fotocopy Akte Kelahiran, 3 Lembar - Menyerahkan Fotocopy KTP Orang Tua 3 lembar - Menyerahkan Fotocopy Kartu Keluarga 3 lembar