Langsung ke konten utama

Kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam: Mukjizat, Konteks Zaman, dan Pelajaran Iman

 


Kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam merupakan salah satu peristiwa besar dan penuh hikmah dalam sejarah kenabian. Kisah ini mengajarkan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kesabaran dalam ujian, serta keimanan yang teguh di tengah tekanan sosial dan moral yang berat.

Dalam Islam, Nabi Isa adalah salah satu nabi mulia yang dilahirkan melalui mukjizat, tanpa seorang ayah, atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah kelahirannya bukan sekadar sejarah, tetapi sumber pelajaran iman dan akhlak bagi umat manusia.

Maryam: Perempuan yang Mulia dan Terjaga Kehormatannya

Ibu Nabi Isa adalah Maryam ‘Alaihas Salam, seorang perempuan suci, taat beribadah, dan sangat menjaga kehormatannya. Sejak kecil, Maryam dikenal sebagai hamba Allah yang salehah dan dibesarkan di lingkungan ibadah Baitul Maqdis di bawah asuhan Nabi Zakariya ‘Alaihissalam.

Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan mengandung seorang anak yang kelak menjadi nabi. Maryam terkejut dan bertanya bagaimana hal itu dapat terjadi, sementara ia tidak pernah disentuh oleh seorang laki-laki. Allah menegaskan bahwa bagi-Nya, tidak ada sesuatu yang mustahil.

Kapan dan Di Mana Nabi Isa Dilahirkan

Para ulama menyebutkan bahwa Nabi Isa ‘Alaihissalam lahir sekitar awal abad pertama sebelum Masehi, diperkirakan beberapa tahun sebelum penanggalan Masehi yang digunakan saat ini. Dalam Islam, tanggal dan tahun kelahiran Nabi Isa tidak ditetapkan secara pasti, sehingga umat Islam tidak diwajibkan memperingatinya pada tanggal tertentu.

Adapun tempat kelahiran Nabi Isa menurut mayoritas ulama berada di wilayah Baitul Maqdis atau daerah sekitarnya, yang pada masa itu termasuk wilayah Syam (Palestina). Al-Qur’an menggambarkan bahwa Maryam melahirkan Nabi Isa di tempat yang sunyi, jauh dari keramaian, sambil bersandar pada sebatang pohon kurma.

Proses Kelahiran yang Penuh Ujian

Ketika tiba waktu melahirkan, Maryam mengasingkan diri dari kaumnya. Ia merasakan kesedihan dan ketakutan karena memikirkan pandangan masyarakat terhadap dirinya. Dalam kondisi lemah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menenangkan Maryam dan mencukupi kebutuhannya.

Atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala:

  • Pohon kurma menggugurkan buahnya
  • Air mengalir untuk diminum
  • Hatinya dikuatkan dengan janji pertolongan

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang sabar dan bertawakal.

Situasi Zaman Saat Kelahiran Nabi Isa

1. Kondisi Keagamaan

Pada masa itu, Bani Israil masih berpegang pada Taurat secara formal, tetapi dalam praktik:

  • Banyak pemuka agama menyimpang dari ajaran tauhid
  • Ibadah menjadi rutinitas kosong tanpa akhlak
  • Hukum sering digunakan untuk menekan rakyat kecil
  • Masyarakat mudah berprasangka dan menuduh tanpa bukti

2. Kondisi Sosial

  • Perempuan berada pada posisi sangat rentan
  • Kaum lemah dan miskin kurang mendapat perlindungan
  • Fitnah sosial mudah menyebar
  • Kebenaran sering kalah oleh tekanan mayoritas

3. Kondisi Politik

Wilayah Palestina berada di bawah kekuasaan Romawi:

  • Pajak tinggi dan tekanan aparat
  • Rakyat hidup dalam ketakutan
  • Pemimpin lokal sering bersekutu dengan penjajah

Di tengah situasi inilah, kelahiran Nabi Isa hadir sebagai tanda harapan dan pembaruan iman.

Bayi yang Membela Ibunya

Ketika Maryam kembali kepada kaumnya dengan membawa bayi Nabi Isa, masyarakat menuduhnya dengan tuduhan yang tidak benar. Maryam tidak membela dirinya dengan kata-kata, melainkan menunjuk kepada bayinya.

Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Isa yang masih bayi berbicara dan membela kehormatan ibunya. Mukjizat ini menegaskan bahwa kebenaran akan Allah Subhanahu wa Ta’ala tegakkan dengan cara-Nya sendiri, meskipun manusia menolak.

Kondisi Ekonomi Nabi Isa dan Keluarganya

Nabi Isa ‘Alaihissalam dan ibunya hidup dalam kesederhanaan:

  • Tidak memiliki harta melimpah
  • Tidak hidup dalam kemewahan
  • Bergantung penuh kepada pertolongan Allah

Nabi Isa menjalani hidup dengan gaya hidup zuhud (tidak menjadikan dunia sebagai tujuan), tetapi sebagai sarana untuk beribadah dan berdakwah. Kesederhanaan ini bukan kemiskinan yang hina, melainkan kemuliaan iman dan keteguhan hati.

Pelajaran Iman dari Kisah Kelahiran Nabi Isa

Dari kisah ini, kita belajar bahwa:

  • Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu
  • Kesabaran dan iman akan selalu mendapatkan pertolongan Allah
  • Jangan mudah menuduh tanpa mengetahui kebenaran
  • Kemuliaan seseorang diukur dari iman dan akhlaknya, bukan harta atau status
  • Harapan selalu hadir, bahkan di tengah zaman yang paling sulit

Penegasan Akidah Islam

Dalam Islam:

  • Nabi Isa ‘Alaihissalam adalah nabi dan rasul Allah
  • Dilahirkan melalui mukjizat
  • Tidak disalib dan tidak dibunuh
  • Akan diturunkan kembali di akhir zaman
  • Bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan

Kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam bukan sekadar kisah sejarah, tetapi sumber pelajaran iman, akhlak, dan keteguhan hati. Melalui kisah ini, kita diajak untuk semakin yakin kepada kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, meneladani kesabaran Maryam, dan memperkuat iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Semoga kisah ini menambah kecintaan kita kepada para nabi dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Doa Penutup

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
kami bersyukur atas kisah kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam yang Engkau abadikan sebagai pelajaran iman bagi umat manusia.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang mampu meneladani keteguhan iman, kesabaran, dan ketulusan Maryam, serta meneladani akhlak mulia dan ketaatan Nabi Isa ‘Alaihissalam.

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dan hati anak-anak kami dari prasangka, fitnah, dan kesombongan.
Tanamkanlah iman yang kuat, akhlak yang mulia, dan rasa tawakal yang tulus kepada-Mu.

Ya Allah, bimbinglah kami dalam mendidik generasi yang mencintai para nabi, mencintai kebenaran, dan selalu bergantung kepada pertolongan-Mu dalam setiap ujian kehidupan.

Ya Allah, jadikanlah kisah ini sebagai cahaya yang menuntun langkah kami, keluarga kami, dan anak-anak madrasah kami menuju jalan yang Engkau ridhai.

 

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

Dipublikasikan oleh:
Pengurus Yayasan Cahaya Kemenangan
(AZH / MIT – YCK)

 

Postingan Populer

Alhamdulillah, Pelaksanaan AKMI Kelas 5 MI Nurul Falah Berjalan Lancar

Jakarta, Yayasan Cahaya Kemenangan - MI Nurul Falah menyelenggarakan  AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia). Siswa-siswi Kelas 5 MI Nurul Falah tampak begitu fokus dan bersemangat melaksanakan AKMI menggunakan sarana Laptop yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah pada hari Senin, 19 September 2022 yang dihadiri oleh 9 peserta.   Seperti kita ketahui AKMI adalah asesmen yang dilakukan kepada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter.    Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi ...

Studi Wisata Kelas 3 MI Nurul Falaah ke Atlantis Ancol Jakarta

Pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 2024, Yayasan Cahaya Kemenangan dengan bangga mengumumkan kegiatan studi wisata yang diadakan untuk siswa Kelas 3 MI Nurul Falaah. Acara ini diorganisir sebagai bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam bagi para siswa di luar lingkungan sekolah. Studi wisata ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif bagi siswa. Dengan mengunjungi Atlantis Ancol Jakarta, siswa diharapkan dapat belajar tentang berbagai hal baru yang tidak mereka temui di ruang kelas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua. Kegiatan ini diikuti oleh 37 siswa Kelas 3 MI Nurul Falaah. Mereka didampingi oleh Wali Kelas 3, Ibu Titik Umiati, S.Pd, dan Bapak Ardi Staff TU MI Nurul Falaah, serta Ibu-ibu Wali murid kelas 3. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa serta memperkuat hubungan antara sekolah ...

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH   sekarang bisa melalui PSB ONLINE :  https://s.id/psb-yck LOKASI PENDAFTARAN  : GEDUNG MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAAH  Jl. Sinar Budi Raya No. 7, Rt/Rw. 008/03 (masuk melalui gg.n) Kel. Pejagalan, Kec. Penjaringan – Jakarta Utara Atau dapat mengikuti petunjuk arah jalan Google Maps pada link berikut : https://s.id/lokasi-yck WAKTU PENDAFTARAN : 08.00 s.d 13.00 (SENIN s.d JUMAT) ** MENERIMA SISWA BARU & PINDAHAN HARAP membawa data PERSYARATAN berikut : - Menyerahkan Fotocopy Akte Kelahiran, 3 Lembar - Menyerahkan Fotocopy KTP Orang Tua 3 lembar - Menyerahkan Fotocopy Kartu Keluarga 3 lembar